Sabtu, 15 Mei 2010
58 LANGKAH ASUHAN PERSALINAN NORMAL

Langkah-langkah dalam mengahadapi persalinan yang biasa dan standar bagi ilmu kebidanan serta hukumnya.TANDA DAN GEJALA KALA II
1. Dor – ran
Tek – nus
Per – jol
Vul – ka
II. SIAP PERTOLONGAN
2. Siap alat Partus Set
Wadah DTT
Luar
Ibu
Bayi
Persiapan Bidan
Persiapan bidan sebelum proses melahirkan
Siap diri 3. Celemek
4. Cuci
5. Sarung
6. Oksi
III. PASTIKAN
7. Bersih
8. PD
9. Celup
10. DJJ
IV. SIAP IBU DAN KELUARGA
11. Ibu
12. Keluarga
13. Pimpin His (+)
• Pimpin
• Puji
• Posisi
• Istirahat
• Dukungan
• Minum
• DJJ
14. HIS (-) Istirahat
V. SIAP TOLONG
15. Hnduk
16. Bokong
17. Buka
18. Sarung
VI. TOLONG
Kepala 19. Lindungi
20. Check
21. Tunggu
Bahu 22. Bi Parietal
Badan 23. Sangga
24. Susur
VII. PENANGANAN BAYI
25. Nilai
26. Kering
27. Fundus
28. Bertitahu
29. Suntik
30. Jepit
31. Potong
32. Letak
33. Selimut
VIII. AKTIF KALA III
PTT : 34. Indah
34. Posisi
35. Regang
Plasenta : 37. Tarik
38. Putar
39. Massage
IX. PERDARAHAN
40. Plasenta
41. Robekan
X. PASKA TINDAKAN
42. Tonus
43. Susu
44. Ukur bayi
45. Suntik bayi
46. Konstraksi
47. Ajarkan
48. Evaluasi
49. Nadi
50. Nafas dan Suh 51. Alat
52. Buang
53. Ibu
54. Nyaman
55. Dekontamisasi
56. Celup
57. Cuci
58. Catat
Motivasi diri

Jangan Pernah Katakan “Akan”
Pernahkah anda mempunyai impian yang ingin diwujudkan. Mempunyai target yang ingin dicapai. Saya tahu pasti anda memilikinya.. karena jika tidak! anda sudah termasuk orang yang gagal. Mengapa? Karena orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya.
Tapi saya percaya anda bukan orang gagal. Saya percaya anda adalah orang yang mempunyai mimpi!
Sekarang tinggal bagaimana caranya membuat mimpi anda menjadi kenyataan seperti cerita sukses pengemis yang lalu. Ada banyak jalan menuju Roma, disini saya hanya ingin memperkuat hati anda untuk segera mengambil salah satu jalan tersebut.
Saya kembali teringat sebuah kalimat motivasi yang bunyinya kurang lebih seperti ini.
Orang gagal mengatakan “aku akan sukses” berkali-kali
Namun orang sukses mengatakan “aku akan sukses” hanya satu kali saja.
Maksudnya adalah….Terkadang kita selalu mengucapkan keinginan untuk sukses berkali-kali namun tanpa tindakan yang nyata. Padahal kesuksesan ada karena ada sebuah tindakan.
Sebenarnya ada kesalahan dalam berfikir kita selama ini. Kita selalu mengatakan “akan” untuk mencapai tujuan..padahal mungkin itu bisa membuat kita malah tidak akan mewujudkannya. Coba deh berapa kali orang mengatakan ini :
* Aku akan menjadi pengusaha
* Aku akan mempunyai mobil
* Aku akan menjadi presindent.
Apakah anda juga termasuk orang yang sering mengatakan itu semua? Lalu apa yang terjadi saat ini? Apakah anda masih gagal? Jika jawabannya “ya” berarti mungkin ini masalah anda :
Lupakanlah menggunakan kata “Akan”, itu hanya membuat anda semakin malas mengejar tujuan anda. Bahkan LEBIH PARAH mengurangi SEMANGAT anda. Gunakan saja kata “Pasti” untuk membuat hati anda menggelora seperti api :
* Aku pasti menjadi pengusaha
* Aku pasti mempunyai mobil
* Aku pasti menjadi presindent.
Tanyakanlah kepada yang paling bisa anda percayai, yaitu hati anda. Tanyakanlah kepada hati anda “Apakah mimpi dan tujuan saya”. Lalu gunakan kata “PASTI” untuk mewujudkannya. Selamat Berjuang!!!
artikel ini didapatkan di :http://motivasidiri.info/jangan-pernah-katakan-akan/#more-32
motivasi diri
Cerita sukses seorang Pengemis
Tanggal 19 januari 2001, Di sebuah kota besar yang berada di planet ke tiga Galaksi MilkyWay. Pada sore hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM terdekat untuk mengambil sejumlah uang.
Yang pasti uangnya dalam jumlah BESAR.
Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai. Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. Sorot matanya menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai harapan. Didepannya ada sebuah gelas berisi uang. Jika anda sedang berpikir dia adalah seorang pengemis.
Anda 100% benar.
Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Ternyata di dalam pengusaha itu tidak ingin mengambil uang, dia hanya sekedar ingin mentransfer uang.
Yang pasti transfernya dalam jumlah BESAR.
Ketika dia hendak keluar. Entah perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. WOW! dia mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal paling kecil!
Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.
Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang. Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan terbesarnya hari itu.
Exspresi dari pengusaha itu hanya tersenyum kecut. Tidak lebih dari itu! kemudian dia mulai meninggalkan si pengemis menuju mobil mewahnya. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil… dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis tadi.
Dasar Kikir! Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! atau tidak bisa karena uangnya masih digenggam oleh si pengemis.
Akhirnya tanpa pikir panjang!
Si Pengusaha mengambil gelas pengemis yang mungkin adalah harta satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha kikir itu berkata:
Kamu juga pengusaha bukan?
Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Dan si pengemis hanya bisa melongo. Walau samar-samar terlihat ada air yang keluar dari matanya.
Hmmmmm…
Bersamaan dengan itu terlihat langit sudah berwarna merah. Mataharipun mulai terbenam.
8 tahun kemudian….
Tepatnya tanggal 2 juli 2009. Di sebuah gedung mewah yang terdapat di kota besar di planet bumi. Si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.
Tentu saja dia stres! Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa dia bayar.
Bukan hanya jatuh miskin, mungkin dia akan masuk penjara karena tidak bisa melunasi hutangnya.
Tiba-tiba!
Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.
Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu misterius ini.
Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun menanyakan maksud kedatangan si tamu.
ALANGKAH KAGETNTA!
Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.
Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :
Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini Kamu juga pengusaha bukan?
Saya waktu itu benar-benar terharu.
Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang.
Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL
Jadi begitulah Saudara kesuksesan PASTI berawal dari sebuah motivasi. Memang Cerita diatas hanyalah kisah fiksi. Tapi saya harap setelah membaca cerita ini…anda bisa membuatnya menjadi kisah nyata.
cerita ini didapatkan di : http://motivasidiri.info/cerita-sukses-seorang-pengemis/#more-27
teknik melahirkan terpopuler
Berbagi Pengetahuan Untuk Ibu Hamil (Bumil)
Banyak orang bilang klo zaman dulu itu melahirkan hanya satu cara yaitu normal dengan bantuan Paraji (dukun beranak). Wah klo hari gini sich serem juga ya..hehehehe…
Zaman berikutnya..ada pilihan lain yaitu Bidan..sampai sekarang sich ada juga lho Bidan..itu lebih aman daripada dukun beranak yaa….tapi tetep proses melahirkan yang dilakukan adalah normal..
Zaman sekarang ada yang namanya Dokter Kandungan dan proses persalinan cesar (dengan operasi)..dengan kondisi tertentu..
1. ILA (Intrathecal Labor Analgesia)
ILA adalah salah satu teknik melahirkan dengan proses persalinan normal. Kelebihan dari teknik ini adalah menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada Ibu yang melahirkan. Dibutuhkan 2 (dua) dokter yang menangani dalam proses ini yaitu Dokter kandungan itu sendiri dan Dokter Anastesi.
Persalinan dengan teknik ILA dilakukan dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam cairan saraf tulang belakang pada ibu hamil dalam tahap bukaan 3. Posisi Bumil boleh duduk atau berbaring miring dengan tetap dalam keadaan sadar. Cairan yang disuntikkan tadi dapat menghilangkan rasa sakit dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil, cairan yang masuk tidak akan mempengaruhi janin.
Di teknik ILA, Bumil tidak akan mengejan sendiri tapi harus dengan perintah Dokter karena Bumil tidak merasakan rasa sakit (kontraksi) pada sekitar panggul.
* Jika Bumil memutuskan atau ingin tau teknik ini lebih dalam lagi maka konsultasikan dengan Dokter kandungan Bumil.
2. WaterBirth
Seperti teknik ILA, teknik ini ada karena dapat mengurangi rasa sakit pada saat Bumil melahirkan. WaterBirth atau yang dikenal dengan melahirkan di dalam air dapat mengurangi rasa sakit karena Bumil berendam dalam sebuah kolam yang terbuat dari plastik yang telah disterilisasi berukuran 2 meter, Bumil dapat melakukan proses persalinan dengan teknik WaterBirth dengan posisi duduk, nungging atau posisi Bumil senyaman mungkin. Bumil berendam di air hangat yang sudah disesuaikan dengan suhu tubuh Bumil agar bayi yang baru lahir tidak merasakan perbedaan sebelum dan setelah keluar dari perut Bumil dan teknik ini membuat Bumil rileks dan nyaman, sehingga rasa sakit dan stres berkurang.
* Jika Bumil memutuskan atau ingin tau teknik ini lebih dalam lagi maka konsultasikan dengan Dokter kandungan Bumil.
3. Hypno Birthing
Hypnobirthing adalah teknik/metode lain untuk Bumil yang dapat mengurangi rasa sakit dan tanpa proses pembedahan seperti halnya teknik ILA dan WaterBirth.
Teknik ini berguna sebelum dan sesudah persalinan karena Bumil akan berlatih menanamkan sugesti pada alam bawah sadar Bumil agar dapat mengendalikan tindakan sadar ketika menjalani proses persalinan dan mengkoordinasikan pikiran tubuh dan jiwa agar Bumil memiliki perasaan bahagia tanpa merasakan sakit.
Cara Bumil agar dapat melakukan teknik ini adalah melakukan pelatihan rutin dan bimbingan dari seorang ahli hypnoterapi. Biasanya Bumil melakukan latihan Hypno Birthing ini ketika bulan ketujuh masa kehamilan.
* Bumil bisa menghubungi rumah sakit atau klinik yang menyediakan metode HypnoBirthing.
Banyak orang bilang klo zaman dulu itu melahirkan hanya satu cara yaitu normal dengan bantuan Paraji (dukun beranak). Wah klo hari gini sich serem juga ya..hehehehe…
Zaman berikutnya..ada pilihan lain yaitu Bidan..sampai sekarang sich ada juga lho Bidan..itu lebih aman daripada dukun beranak yaa….tapi tetep proses melahirkan yang dilakukan adalah normal..
Zaman sekarang ada yang namanya Dokter Kandungan dan proses persalinan cesar (dengan operasi)..dengan kondisi tertentu..
1. ILA (Intrathecal Labor Analgesia)
ILA adalah salah satu teknik melahirkan dengan proses persalinan normal. Kelebihan dari teknik ini adalah menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada Ibu yang melahirkan. Dibutuhkan 2 (dua) dokter yang menangani dalam proses ini yaitu Dokter kandungan itu sendiri dan Dokter Anastesi.
Persalinan dengan teknik ILA dilakukan dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam cairan saraf tulang belakang pada ibu hamil dalam tahap bukaan 3. Posisi Bumil boleh duduk atau berbaring miring dengan tetap dalam keadaan sadar. Cairan yang disuntikkan tadi dapat menghilangkan rasa sakit dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil, cairan yang masuk tidak akan mempengaruhi janin.
Di teknik ILA, Bumil tidak akan mengejan sendiri tapi harus dengan perintah Dokter karena Bumil tidak merasakan rasa sakit (kontraksi) pada sekitar panggul.
* Jika Bumil memutuskan atau ingin tau teknik ini lebih dalam lagi maka konsultasikan dengan Dokter kandungan Bumil.
2. WaterBirth
Seperti teknik ILA, teknik ini ada karena dapat mengurangi rasa sakit pada saat Bumil melahirkan. WaterBirth atau yang dikenal dengan melahirkan di dalam air dapat mengurangi rasa sakit karena Bumil berendam dalam sebuah kolam yang terbuat dari plastik yang telah disterilisasi berukuran 2 meter, Bumil dapat melakukan proses persalinan dengan teknik WaterBirth dengan posisi duduk, nungging atau posisi Bumil senyaman mungkin. Bumil berendam di air hangat yang sudah disesuaikan dengan suhu tubuh Bumil agar bayi yang baru lahir tidak merasakan perbedaan sebelum dan setelah keluar dari perut Bumil dan teknik ini membuat Bumil rileks dan nyaman, sehingga rasa sakit dan stres berkurang.
* Jika Bumil memutuskan atau ingin tau teknik ini lebih dalam lagi maka konsultasikan dengan Dokter kandungan Bumil.
3. Hypno Birthing
Hypnobirthing adalah teknik/metode lain untuk Bumil yang dapat mengurangi rasa sakit dan tanpa proses pembedahan seperti halnya teknik ILA dan WaterBirth.
Teknik ini berguna sebelum dan sesudah persalinan karena Bumil akan berlatih menanamkan sugesti pada alam bawah sadar Bumil agar dapat mengendalikan tindakan sadar ketika menjalani proses persalinan dan mengkoordinasikan pikiran tubuh dan jiwa agar Bumil memiliki perasaan bahagia tanpa merasakan sakit.
Cara Bumil agar dapat melakukan teknik ini adalah melakukan pelatihan rutin dan bimbingan dari seorang ahli hypnoterapi. Biasanya Bumil melakukan latihan Hypno Birthing ini ketika bulan ketujuh masa kehamilan.
* Bumil bisa menghubungi rumah sakit atau klinik yang menyediakan metode HypnoBirthing.
jahit perinium
HEATING PERINEUM
Posted on http://ayurai.wordpress.com/2009/08/08/heating-perineum/ Agustus 8, 2009 by ayurai
Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi.
Sumber perdarahan dapat berasal dari perineum vagina, servik dan robekan uterus. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan yang bersifat arteril atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam atau spekulum.
Perdarahan karena robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan. Jika perlukaan hanya mengenai bagian luar (superfisial) saja atuajika perlukaan tersebut idak mengeluarkan darah, biasanya tidak perlu dijahit. Hanya perlukaan yang lebih dalam dimana jaringannya tidak bisa didekatkan dengan baik atau perlukaan yang aktif mengeluarkan darah memerlukan suatu penjahitan.
Tujuan dari pejahitan perlukaan perineum / episiotomi adalah :
1. Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi, proses penyembuhan itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringan.
2. Untuk menghentikan perdarahan
Laserasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya robekan.
Derajat Satu
Derajat dua Derajat Tiga Derajat Empat
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Otot sfingter ani
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Otot sfingter ani
• Dinding depan rektum
Tak perlu dijahit jika tidak ada perdarahan dan aposisi luka baik. Jahit menggunakan teknik yang dijelaskan pada Lampiran 4. Penolong APN tidak dibekali keterampilan untuk reparasi laserasi perineum derajat tiga atau empat. Segera rujuk ke fasilitas rujukan
Gambar 1 : Derajat Laserasi Perineum
Sumber: Midwifery Manual of Maternal Care dan Varney’s Midwifery, edisi ke-3
jahit pereneum

Langkah-langkah pejahitan robekan perineum
A. Persiapan Alat
1. Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan
- Wadah berisi :
Sarung tnagna, pemegang jarum, jarum jahit, benang jahit, kasa steril, pincet
- Kapas DTT
- Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steril, jatuhkan dalam wadah DTT
- Patahkan ampul lidokain
2. Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi di tepi tempat tidur
3. Pasang kain bersih di bawah bokong ibu
4. Atur lampu sorot atau senter ke arah vulva / perineum ibu
5. Pastikan lengan / tangan tidak memakai perhiasan, cuci tangan dengan sabun dan air mengeliar
6. Pakaian satu sarung tangan DTT pada tangan kanan
7. Ambil spuit dengan tangan yang berasarung tangan, isi tabung suntik dengan lidokain dan letakkan kembali ke dalam wadah DTT
8. Lengkapi pemakaian sarunga tangan pada tangan kiri
9. Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT dengan gerakan satu arah dari vulva ke perineum
10. Periksa vagina, servik dan perineum secara lengkap, pastikan bahwa laserasi hanya merupakan derajat satu atau dua.
B. Anestesi Lokal
1. Beritahu ibu tentang apa yang akan dilakukan
2. Tusukkan jarum suntik pada daerah kamisura posterior yaitu bagian sudut bahwa vulva.
3. Lakukan aspirasi untuk memastikan tidak ada darah yang terhisap
4. Suntikan anestesi sambil menarik jarum suntik pada tepi luka daerah perineum
5. Tanpa menarik jarum suntik keluar dari luka arahkan jarum suntik sepanjang luka pada mukosa vagina
6. Lakukan langkah 2-5 diatas pada kedua tepi robekan
7. Tunggu 1-2 menit sebelum melakukan penjahitan
C. Penjahitan Laserasi pada Perineum
1. Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserasi di mukosa vagina. Setelah itu buat ikatan dan potong pendek benang dari yang lebih pendek. Sisakan benang kira-kira 1 cm.
2. Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah ke arah cincin himen
3. Tepat sebelum cincin himen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu ke belakang cincin himen sampai jarum ada di bawah laserasi kemudian ditarik keluar pada luka perineum
4. Gunakan teknik jelujur saat menjahit lapisan otot. Lihat kedalam luka untuk mengetahui letak ototnya.
5. Setelah dijahit sampai ujung luka, putarlah jarum dan mulailah menjahit kearah vagina dengan menggunakan jahitan subkutikuler
6. Pidahkan jahitan dari bagian luka perineum kembali ke vagina di belakang cincin hymen untuk diikat dengan simpul mati dan dipotong benangnya
7. Masukkan jari ke dalam rektum
8. Periksa ulang kembali pasa luka
9. Cuci daerah genital dengan lembut kemudian keringkan. Bantu ibu mencari posisi yang diinginkan

jahit pereneum2 10. Nasehatiibu untuk :
a. Menjaga perineum selalu bersih dan kering
b. Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada perineumnya
c. Cuci perineum dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3-4 x per hari
d. Kembali dalam seminggu untuk memeriksa luka
D. MACAM – MACAM JAHITAN
A. Jahitan Kulit
1. Jahitan interrupted :
a. Jahitan simple interrupted (Jahitan satu demi satu)
Merupakan jenis jahitan yang paling dikenal dan paling banyak digunakan. Jarak antara jahitan sebanyak 5-7 mm dan batas jahitan dari tepi luka sebaiknya 1-2 mm. Semakin dekat jarak antara tiap jahitan, semakin baik bekas luka setelah penyembuhan.
b. Jahitan Matras
1) Jahitan matras vertikal
Jahitan jenis ini digunakan jika tepi luka tidak bisa dicapai hanya dengan menggunakan jahitan satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lemak subkutisnya dan tepi satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lunak subkutisnya dan tepi luka cenderung masuk ke dalam.
2) Jahitan matras horizontal
Jahitan ini digunakan untuk menautkan fasia dan aponeurosis. Jahitan ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutis karena membuat kulit diatasnya terlihat bergelombang
c. Jahitan Continous
1) Jahitan jelujur : lebih cepat dibuat, lebih kuat dan pembagian tekanannya lebih rata bila dibandingkan dengan jahitan terputus. Kelemahannya jika benang putus / simpul terurai seluruh tepi luka akan terbuka.
2) Jahitan interlocking, feston
3) Jahitan kantung tembakau (tabl sac)
2. Jahitan Subkutis
a. Jahitan continous : jahitan terusan subkutikuler atau intrademal. Digunakan jika ingin dihasilkan hasil yang baik setelah luka sembuh. Juga untuk menurunkan tengan pad aluka yang lebar sebelum dilakukan penjahitan satu demi satu.
b. Jahitan interrupted dermal stitch
3. Jahitan Dalam
Pada luka infeksi misalnya insisi abses, dipasang dren. Dren dapat dibuat dari guntingan sarunga tangan fungsi dren adalah mengelirkan cairan keluar berupa darah atau serum.
macam jahitan pereneum

B. PERAWATAN LUKA HEATING PERINEUM
a. Penanganan Komplikasi
1. Jika terdapat hematoma, darah dikeluarkan. Jika tidak ada tanda infeksi dan perdarahan sudah berhenti, lakukan penjahitan.
2. Jika terdapat infeksi, buka dan drain luka
- Lalu berikan terapi ampisilin 500 mg per oral 4 x sehari selama 5 hari
- Dan metronidazol 400 mg per oral 3 x sehari selama 5 hari
b. Perawatan Pasca Tindakan
1. Apabila terjadi robekan tingkat IV (Robekan sampai mukosa rektum), berikan anti biotik profilaksis dosis tunggal
c. Ampisilin 500 mg per oral
d. Dan metronidazol 500 mg per oral
2. Observasi tanda-tanda infeksi
3. Jangan lakukan pemeriksaan rektal atau enam selama 2 minggu
4. Berikan pelembut feses selama seminggu per oral
DIarsipkan di bawah: BIDAN, asuhan kebidanan
Posted on http://ayurai.wordpress.com/2009/08/08/heating-perineum/ Agustus 8, 2009 by ayurai
Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi.
Sumber perdarahan dapat berasal dari perineum vagina, servik dan robekan uterus. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan yang bersifat arteril atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam atau spekulum.
Perdarahan karena robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan. Jika perlukaan hanya mengenai bagian luar (superfisial) saja atuajika perlukaan tersebut idak mengeluarkan darah, biasanya tidak perlu dijahit. Hanya perlukaan yang lebih dalam dimana jaringannya tidak bisa didekatkan dengan baik atau perlukaan yang aktif mengeluarkan darah memerlukan suatu penjahitan.
Tujuan dari pejahitan perlukaan perineum / episiotomi adalah :
1. Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi, proses penyembuhan itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringan.
2. Untuk menghentikan perdarahan
Laserasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya robekan.
Derajat Satu
Derajat dua Derajat Tiga Derajat Empat
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Otot sfingter ani
• Mukosa Vagina
• Komisura posterior
• Kulit perineum
• Otot perineum
• Otot sfingter ani
• Dinding depan rektum
Tak perlu dijahit jika tidak ada perdarahan dan aposisi luka baik. Jahit menggunakan teknik yang dijelaskan pada Lampiran 4. Penolong APN tidak dibekali keterampilan untuk reparasi laserasi perineum derajat tiga atau empat. Segera rujuk ke fasilitas rujukan
Gambar 1 : Derajat Laserasi Perineum
Sumber: Midwifery Manual of Maternal Care dan Varney’s Midwifery, edisi ke-3
jahit pereneum

Langkah-langkah pejahitan robekan perineum
A. Persiapan Alat
1. Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan
- Wadah berisi :
Sarung tnagna, pemegang jarum, jarum jahit, benang jahit, kasa steril, pincet
- Kapas DTT
- Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steril, jatuhkan dalam wadah DTT
- Patahkan ampul lidokain
2. Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi di tepi tempat tidur
3. Pasang kain bersih di bawah bokong ibu
4. Atur lampu sorot atau senter ke arah vulva / perineum ibu
5. Pastikan lengan / tangan tidak memakai perhiasan, cuci tangan dengan sabun dan air mengeliar
6. Pakaian satu sarung tangan DTT pada tangan kanan
7. Ambil spuit dengan tangan yang berasarung tangan, isi tabung suntik dengan lidokain dan letakkan kembali ke dalam wadah DTT
8. Lengkapi pemakaian sarunga tangan pada tangan kiri
9. Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT dengan gerakan satu arah dari vulva ke perineum
10. Periksa vagina, servik dan perineum secara lengkap, pastikan bahwa laserasi hanya merupakan derajat satu atau dua.
B. Anestesi Lokal
1. Beritahu ibu tentang apa yang akan dilakukan
2. Tusukkan jarum suntik pada daerah kamisura posterior yaitu bagian sudut bahwa vulva.
3. Lakukan aspirasi untuk memastikan tidak ada darah yang terhisap
4. Suntikan anestesi sambil menarik jarum suntik pada tepi luka daerah perineum
5. Tanpa menarik jarum suntik keluar dari luka arahkan jarum suntik sepanjang luka pada mukosa vagina
6. Lakukan langkah 2-5 diatas pada kedua tepi robekan
7. Tunggu 1-2 menit sebelum melakukan penjahitan
C. Penjahitan Laserasi pada Perineum
1. Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserasi di mukosa vagina. Setelah itu buat ikatan dan potong pendek benang dari yang lebih pendek. Sisakan benang kira-kira 1 cm.
2. Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah ke arah cincin himen
3. Tepat sebelum cincin himen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu ke belakang cincin himen sampai jarum ada di bawah laserasi kemudian ditarik keluar pada luka perineum
4. Gunakan teknik jelujur saat menjahit lapisan otot. Lihat kedalam luka untuk mengetahui letak ototnya.
5. Setelah dijahit sampai ujung luka, putarlah jarum dan mulailah menjahit kearah vagina dengan menggunakan jahitan subkutikuler
6. Pidahkan jahitan dari bagian luka perineum kembali ke vagina di belakang cincin hymen untuk diikat dengan simpul mati dan dipotong benangnya
7. Masukkan jari ke dalam rektum
8. Periksa ulang kembali pasa luka
9. Cuci daerah genital dengan lembut kemudian keringkan. Bantu ibu mencari posisi yang diinginkan

jahit pereneum2 10. Nasehatiibu untuk :
a. Menjaga perineum selalu bersih dan kering
b. Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada perineumnya
c. Cuci perineum dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3-4 x per hari
d. Kembali dalam seminggu untuk memeriksa luka
D. MACAM – MACAM JAHITAN
A. Jahitan Kulit
1. Jahitan interrupted :
a. Jahitan simple interrupted (Jahitan satu demi satu)
Merupakan jenis jahitan yang paling dikenal dan paling banyak digunakan. Jarak antara jahitan sebanyak 5-7 mm dan batas jahitan dari tepi luka sebaiknya 1-2 mm. Semakin dekat jarak antara tiap jahitan, semakin baik bekas luka setelah penyembuhan.
b. Jahitan Matras
1) Jahitan matras vertikal
Jahitan jenis ini digunakan jika tepi luka tidak bisa dicapai hanya dengan menggunakan jahitan satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lemak subkutisnya dan tepi satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lunak subkutisnya dan tepi luka cenderung masuk ke dalam.
2) Jahitan matras horizontal
Jahitan ini digunakan untuk menautkan fasia dan aponeurosis. Jahitan ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutis karena membuat kulit diatasnya terlihat bergelombang
c. Jahitan Continous
1) Jahitan jelujur : lebih cepat dibuat, lebih kuat dan pembagian tekanannya lebih rata bila dibandingkan dengan jahitan terputus. Kelemahannya jika benang putus / simpul terurai seluruh tepi luka akan terbuka.
2) Jahitan interlocking, feston
3) Jahitan kantung tembakau (tabl sac)
2. Jahitan Subkutis
a. Jahitan continous : jahitan terusan subkutikuler atau intrademal. Digunakan jika ingin dihasilkan hasil yang baik setelah luka sembuh. Juga untuk menurunkan tengan pad aluka yang lebar sebelum dilakukan penjahitan satu demi satu.
b. Jahitan interrupted dermal stitch
3. Jahitan Dalam
Pada luka infeksi misalnya insisi abses, dipasang dren. Dren dapat dibuat dari guntingan sarunga tangan fungsi dren adalah mengelirkan cairan keluar berupa darah atau serum.
macam jahitan pereneum

B. PERAWATAN LUKA HEATING PERINEUM
a. Penanganan Komplikasi
1. Jika terdapat hematoma, darah dikeluarkan. Jika tidak ada tanda infeksi dan perdarahan sudah berhenti, lakukan penjahitan.
2. Jika terdapat infeksi, buka dan drain luka
- Lalu berikan terapi ampisilin 500 mg per oral 4 x sehari selama 5 hari
- Dan metronidazol 400 mg per oral 3 x sehari selama 5 hari
b. Perawatan Pasca Tindakan
1. Apabila terjadi robekan tingkat IV (Robekan sampai mukosa rektum), berikan anti biotik profilaksis dosis tunggal
c. Ampisilin 500 mg per oral
d. Dan metronidazol 500 mg per oral
2. Observasi tanda-tanda infeksi
3. Jangan lakukan pemeriksaan rektal atau enam selama 2 minggu
4. Berikan pelembut feses selama seminggu per oral
DIarsipkan di bawah: BIDAN, asuhan kebidanan
Langganan:
Komentar (Atom)